Pekalongan //kowarkanews.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pekalongan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) dengan sejumlah agenda penting, mulai dari laporan pertanggungjawaban kepengurusan hingga penyusunan program kerja ke depan.
Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan, Asip Kholbihi, menjelaskan bahwa Muscab kali ini menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus penataan arah kebijakan partai ke depan.
“Agenda Muscab ini adalah pertanggungjawaban, kemudian pleno laporan pertanggungjawaban, laporan keuangan, serta program kerja ke depan,” ujar Asip saat diwawancarai di acara Muscab PKB di Aula Pendopo 88 Kedungwuni, Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan, terdapat perubahan mekanisme dalam penentuan Ketua DPC dibandingkan periode sebelumnya. Jika sebelumnya dilakukan pemilihan langsung di tingkat cabang, kini prosesnya dilakukan melalui pengusulan nama ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Kalau sebelumnya memilih ketua DPC, sekarang hanya mengusulkan beberapa nama secara normatif ke DPP, nanti DPP yang melakukan kajian,” jelasnya.
Menurutnya, nama-nama yang diusulkan akan melalui tahapan penjaringan dan penyaringan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), sebelum dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Tim Panel Cabang (TPC).
“Ini tahapannya penelusuran, secara normatif sudah kita lakukan, nanti diproses oleh TPP dan TPC sebelum diputuskan di pusat,” imbuhnya.
Muscab PKB Kabupaten Pekalongan juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengurus anak cabang (PAC), anggota DPRD, hingga tokoh masyarakat. Sejumlah tokoh ormas, tokoh agama, perempuan, dan elemen masyarakat turut diundang dalam kegiatan tersebut.
“Aspek partisipasi kita libatkan luas, dari PAC, DPRD, hingga tokoh masyarakat, semua hadir untuk memberikan masukan dalam Muscab ini,” kata Asip.
Terkait kondisi politik di Kabupaten Pekalongan, Asip menyampaikan optimisme bahwa PKB tetap menjadi kekuatan utama. Ia menyebutkan, sejak 2004 PKB terus mencatatkan kemenangan dalam berbagai momentum politik, baik legislatif maupun eksekutif.
“Kami optimis Kabupaten Pekalongan ini tetap menjadi basis kuat PKB. Sejak 2004 kita menang, dan tren kemenangan itu terus berlanjut hingga Pemilu 2024,” tegasnya.
Menurutnya, kekuatan PKB tidak lepas dari soliditas struktur partai, dukungan masyarakat, serta basis kultural dari kalangan ulama dan pesantren.
Selain itu, Asip juga berharap pemerintah daerah dapat memperkuat konsolidasi sosial demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berharap pemerintah daerah bisa melakukan konsolidasi sosial secara masif, sehingga kohesivitas masyarakat semakin kuat dan pelayanan semakin baik,” tuturnya.
Sementara terkait agenda politik ke depan, termasuk wacana pasangan wakil, Asip menegaskan bahwa PKB saat ini belum mengarah ke sana dan masih fokus pada penguatan internal partai.
“Kalau untuk wakil, saya kira belum. Kita masih fokus pada dinamika internal dan penguatan organisasi,” pungkasnya. (Herput)


