Pekalongan //kowarkanews.com — Insan media di Kabupaten Pekalongan menggelar Forum Silaturahmi Insan Media Pekalongan dengan tema “Mempererat Silaturahmi Antar Media dan Menjaga Kondusifitas Kabupaten Pekalongan”, Sabtu (25/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung PPNI Kajen ini dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kominfo, serta puluhan wartawan dan aktivis di Kabupaten Pekalongan.
Ketua panitia, Feri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mempererat tali silaturahmi antara media, aktivis, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bersama Forkopimda.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menjalin komunikasi yang baik antara media, aktivis, dan pemerintah guna menciptakan kondusivitas wilayah. Selain itu, kami berharap dapat menangkal peredaran berita di media sosial yang kerap muncul tanpa adanya konfirmasi kepada narasumber,” ujar Feri.
Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi terselenggaranya forum tersebut. Ia mengajak seluruh elemen untuk bahu-membahu mengembalikan kepercayaan masyarakat yang sempat menurun akibat berbagai peristiwa di daerah.
“Mari kita bersama-sama bersinergi. Saya mengajak media dan aktivis untuk berkontribusi menjaga Kabupaten Pekalongan sesuai peran masing-masing. Fokus pemerintah saat ini adalah memperbaiki pelayanan publik dan mengembalikan kepercayaan masyarakat,” tegas Sukirman.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam pembangunan infrastruktur.
“Kami akan terus berbenah. Prioritas kami adalah perbaikan jalan, dan untuk tahun 2027 anggaran perbaikan jalan telah ditetapkan sebagai prioritas utama,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kapolres Pekalongan menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah melalui kolaborasi semua pihak.
“Forum silaturahmi ini merupakan langkah positif untuk mempererat kerja sama antara media, aktivis, dan Forkopimda. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kekompakan demi kondusivitas Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, turut mengajak seluruh pihak untuk saling bersinergi demi kemajuan daerah. Ia juga menyoroti fenomena media sosial dengan tren “no viral no justice”.
“Mari kita bangun kondusivitas Kabupaten Pekalongan bersama-sama. Jangan sampai program yang sudah dianggarkan justru memicu kegaduhan. Kita memahami fenomena no viral no justice, namun mari kita kedepankan sinergi agar pembangunan di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan dengan baik,” pungkas Sumar. (Herput)

