Diduga Bunuh Diri, Bocah Perempuan 12 Tahun di Demak Ditemukan Meninggal di Rumah

Berita, Hukum132 Dilihat

Demak //kowarkanews.com— Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2026). Hingga saat ini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan latar belakang kematian korban.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah korban diketahui sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berisi makian beberapa hari sebelum peristiwa terjadi. Selain itu, korban juga menuliskan kalimat bernada curahan perasaan yang kemudian beredar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi masyarakat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Demak, AKP Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan adanya unggahan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan adanya hubungan langsung antara percakapan tersebut dengan kematian korban.

“Benar, korban sempat mengunggah tangkapan layar percakapan tersebut beberapa hari sebelumnya. Namun hal itu belum bisa langsung disimpulkan sebagai penyebab utama kejadian,” kata Anggah, Sabtu (14/2/2026).

Ditemukan oleh Ibu Korban

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban pertama kali ditemukan oleh ibunya saat pulang ke rumah sekitar pukul 18.01 WIB. Dari rekaman kamera pengawas (CCTV), ibu korban masuk ke rumah dan mendapati anaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Tak lama kemudian, ibu korban keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang datang ke lokasi segera membantu membawa korban ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, hasil pemeriksaan dokter forensik menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.

“Hasil pemeriksaan dokter forensik menunjukkan adanya tanda-tanda mati lemas dengan luka lecet di leher yang sesuai dengan indikasi gantung diri. Tidak ditemukan tanda kekerasan lain,” jelas Anggah.

Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Pembunuhan

Polisi menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi. Selain itu, penyidik juga memeriksa rekaman CCTV dan aktivitas terakhir ponsel korban.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi memastikan tidak ada orang lain yang masuk ke rumah sebelum ibu korban tiba. Hal ini memperkuat dugaan awal bahwa tidak terdapat unsur pembunuhan dalam peristiwa tersebut.

“Dengan rentang waktu yang sangat singkat dan bukti yang ada, kami pastikan tidak terdapat unsur pembunuhan dalam peristiwa ini,” tegasnya.

Polisi Masih Dalami Latar Belakang Kejadian

Meski indikasi awal mengarah pada dugaan bunuh diri, kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut, termasuk kondisi psikologis korban sebelum peristiwa terjadi.

Polisi juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan kondisi emosional anak serta membangun komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang perlunya perhatian terhadap kesehatan mental anak dan pentingnya dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *