Pekalongan //kowarkanews.com – Tradisi tahunan Sedekah Bumi di Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan berlangsung meriah pada Jumat (09/05), dengan puncak acara berupa pagelaran wayang kulit berjudul “ Pendowo Tani”. Sebelum pertunjukan wayang dimulai, warga menggelar kirab arak-arakan gunungan hasil bumi, yang berisi aneka sayuran, buah-buahan, padi, dan palawija, diarak mengelilingi desa dengan iringan kesenian tradisional.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Kulu Setyo Nimpuno, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan Eko Arifiyanto, SH, Tokoh Masyarakat dan masyarakat Desa Kulu.
Wayang kulit yang digelar di halaman balai desa ini menghadirkan dalang kondang asal Pekalongan, Ki Aditya Sabda Anindhita, S.Sn. Lakon “Pendowo Tani” dipilih karena sarat nilai filosofi tentang kerja keras, kejujuran, dan perjuangan rakyat kecil, terutama petani, dalam menjaga keseimbangan hidup dan alam.
Menurut Kepala Desa Kulu, Setyo Nimpuno, acara ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil panen serta harapan agar bumi tetap subur dan membawa berkah. “Sesuai dengan rencana rembug desa, setiap dua tahun sekali kita menyelenggarakan Sedekah Bumi atau Legenonan yang dimeriahkan dengan pagelaran wayang. Meski setiap tahun kita mengadakan Sedekah Bumi, hanya untuk setiap dua tahunan kita menggelar rangkaian kegiatan yang lebih lengkap, termasuk pagelaran wayang kulit” ungkapnya.
Tyo juga menambahkan “Tadi kita juga telah menyaksikan arak-arakan gunungan, yang tersusun dari hasil bumi Desa Kulu, sebagai simbol syukur atas rezeki dan panen yang kita terima dan pada kesempatan ini kami mengucapkan beribu terima kasih kepada masyarakat Desa Kulu atas suport, khususnya untuk kegiatan kali ini.
Dan alhamdulillah sesuai dengan anggaran yang direncanakan sudah mencukupi, kemudian dari teman – teman panitia nanti akan memberikan kas pada setiap pedukuhan karena ada sisa anggaran” imbuhnya
“Harapan kami dengan adanya kegiatan seperti ini salah satunya kita nguri uri budaya, kami terus berupaya melestarikan budaya ini agar generasi muda juga bisa mengenalnya dan mencintainya, doa kami, semoga kita senantiasa diberikan kehidupan yang lebih baik, rezeki yang melimpah, dan hasil panen yang baik” pungkasnya
Selain menjadi media hiburan dan edukasi, pagelaran ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga dan memperkuat rasa kebersamaan. Juga menjadi berkah untuk para pedagang selama acara berlangsung.
Warga berharap, pemerintah daerah dapat terus mendukung pelestarian budaya lokal seperti Sedekah Bumi dan wayang kulit, agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai warisan leluhur. (Herput)

