Ratusan Warga Dukuh Pekiringan Desa Pekiringanalit, Kecamatan Kajen, menggelar tasyakuran jalan murni biaya swadaya

Berita, Daerah282 Dilihat

Pekalongan //kowarkanews.com – Acara yang digelar pada Minggu malam (27/7/2025) di Ds Pekiringanalit Dukuh Pekiringan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan , berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Warga berkumpul di sepanjang jalan yang baru selesai dibangun untuk mengikuti doa bersama, tumpengan, dan ramah tamah.

Pembangunan jalan lingkungan sepanjang sekitar 200 meter tersebut telah lama dinantikan masyarakat karena kondisi yang rusak. Melalui kesepakatan bersama, warga akhirnya menghimpun dana secara mandiri, termasuk tenaga dan material, untuk memperbaikinya tanpa menggunakan anggaran dari pemerintah desa

Namun, seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan jalan ini sempat diwarnai polemik. Hal itu terjadi saat munculnya papan informasi kegiatan dana desa yang dipasang oleh pihak pemerintah desa di depan jalan yang baru dibangun.

Pemasangan papan tersebut membuat warga geram, karena proyek jalan tersebut murni hasil swadaya masyarakat.. Warga yang melihat langsung mencabut papan tersebut dan membawanya ke balai desa untuk meminta klarifikasi dari kepala desa.

“Kami hanya ingin kejelasan. Jangan sampai hasil jerih payah kami malah diklaim sebagai proyek pemerintah,” ujar salah satu warga.

Aksi warga ini menjadi bentuk protes terhadap pemerintah desa yang dinilai tidak transparan dalam penyusunan dan realisasi anggaran dana desa.

“Kami tidak anti pemerintah. Tapi mohon jangan klaim yang bukan bagian dari program resmi desa. Ini semua swadaya, dari warga, oleh warga, untuk warga,” kata salah satu tokoh masyarakat.

Polemik ini sempat menjadi perbincangan hangat di tingkat dukuh dan desa bahkan sampai viral dijagat maya , Namun setelah dilakukan pertemuan dan klarifikasi, ketegangan mereda. Kepala desa akhirnya mengakui adanya miskomunikasi dan papan kegiatan dicabut permanen.

Meski sempat muncul ketegangan, hal itu tak menyurutkan semangat warga dalam menggelar tasyakuran. Acara berlangsung meriah, dengan doa bersama, tumpengan, dan makan bersama sebagai wujud rasa syukur.

Ketua panitia pelaksana, Robi Fitriaman mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih pada warga dukuh pekiringan.yang selalu damai guyub rukun dan komunikasi sehingga sesuatu yang diinginkan tercapai. (Beni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *