Pati //kowarkanews.com — Ratusan warga dari berbagai desa di Kabupaten Pati rela meliburkan aktivitas kerja mereka untuk mengawal sidang putusan perkara Supriyono alias Botok dan Teguh alias RW yang digelar di Pengadilan Negeri Pati, Kamis (05/03/2026).
Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan dan memadati area sekitar pengadilan dengan tertib. Sebagian besar mengenakan pakaian sederhana dan tampak berkelompok sesuai asal desa masing-masing. Mereka berdiri di luar area gedung pengadilan sambil menunggu jalannya persidangan yang dipimpin oleh majelis hakim PN Pati.
Kehadiran ratusan warga tersebut bukan tanpa alasan. Kasus yang menjerat Supriyono alias Botok dan Teguh alias RW dalam beberapa bulan terakhir dinilai menyita perhatian masyarakat luas. Sejumlah warga menilai perkara ini memiliki dampak sosial yang cukup besar di lingkungan setempat sehingga memunculkan solidaritas dari berbagai elemen masyarakat.
Salah satu warga yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa dirinya sengaja tidak masuk kerja demi hadir memberikan dukungan moral. “Kami sengaja libur kerja. Ini bentuk kepedulian kami agar proses hukum berjalan adil dan transparan. Kami ingin melihat langsung bagaimana putusan dibacakan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya yang berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan seluruh fakta persidangan secara objektif. Menurutnya, keterbukaan proses hukum menjadi harapan bersama agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ketua koordinator aksi damai warga menegaskan bahwa seluruh massa telah diimbau untuk menjaga ketertiban dan menaati aturan yang berlaku selama berada di sekitar lokasi persidangan. Ia memastikan bahwa kehadiran warga murni untuk mengawal dan menyaksikan jalannya sidang putusan, bukan untuk melakukan tekanan ataupun tindakan anarkis.
“Kami datang dengan tertib. Tidak ada niat membuat keributan. Kami hanya ingin mengawal putusan dan memastikan semuanya berjalan lancar,” katanya.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, pihak Kepolisian Resor Pati menerjunkan sejumlah personel guna melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di sekitar area pengadilan. Petugas terlihat berjaga di pintu masuk, halaman, hingga beberapa titik strategis di sekitar gedung. Aparat juga melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan akibat membludaknya warga yang hadir.
Situasi di sekitar pengadilan terpantau kondusif meski jumlah warga cukup banyak. Mereka tampak mengikuti arahan aparat keamanan dan koordinator lapangan. Beberapa warga bahkan membawa spanduk kecil berisi pesan agar majelis hakim memberikan keputusan yang adil berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.
Perkara yang menjerat Supriyono alias Botok dan Teguh alias RW memang menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai opini berkembang di masyarakat, baik melalui perbincangan langsung maupun media sosial. Namun demikian, warga yang hadir menegaskan tetap menghormati proses hukum yang berjalan di PN Pati.
Di akhir pernyataannya, sejumlah warga berharap majelis hakim dapat menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya sesuai fakta persidangan dan peraturan perundang-undangan. Mereka menginginkan agar keputusan tersebut benar-benar mencerminkan rasa keadilan dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak. (Red/Yanto)

