Ketua LMPI Kabupaten Pekalongan Kecam Keras Aksi Teror Penembakan di Kedungwuni

Berita, Hukum310 Dilihat

Pekalongan //kowarkanews.com — Ketua Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kabupaten Pekalongan, Sa’im, mengecam keras aksi teror penembakan yang menimpa Amat Muzakhim alias Bo’im (56), suami dari anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nur Fatwah, di wilayah Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Sa’im yang juga dikenal sebagai aktivis di Kabupaten Pekalongan menilai peristiwa tersebut tidak hanya merupakan serangan terhadap individu korban, tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap rasa aman masyarakat. Terlebih, korban merupakan bagian dari keluarga politisi daerah, yakni suami anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi A Fraksi PPP sekaligus adik dari Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan.

Menurut Sa’im, kejadian ini harus menjadi perhatian bersama sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal.

“Kami mengecam keras aksi teror ini. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu waspada dalam setiap aktivitas dan interaksi, terlebih terhadap orang yang tidak kita kenal,” tegas Sa’im dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat aparat kepolisian yang langsung merespons dan menangani kasus tersebut. Sa’im berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan tuntas dalam mengungkap pelaku serta motif di balik aksi teror tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja kepolisian yang langsung tanggap dalam menangani peristiwa penembakan Saudara Amat Muzakhim alias Bo’im. Kami berharap kasus ini dapat diusut hingga tuntas dan pelaku dapat segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, insiden penembakan yang diduga merupakan percobaan pembunuhan menggemparkan warga Dukuh Capgawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Sabtu malam (14/2/2026) sekitar pukul 21.10 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat korban tengah duduk di teras rumahnya bersama sejumlah tamu, sesaat setelah pulang dari aktivitas di luar rumah. Secara tiba-tiba, seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor jenis Vario berwarna hitam berhenti di depan rumah korban.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan adanya bekas tembakan di bagian plafon rumah pada ketinggian sekitar 2,5 meter. Aparat juga menemukan proyektil peluru berbahan timah berwarna perak sepanjang sekitar satu sentimeter di area garasi, dengan jarak lebih dari 20 meter dari titik pelaku melepaskan tembakan.

Saat ini, aparat kepolisian telah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi serta mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk proyektil peluru dan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku guna mengungkap secara tuntas kasus penembakan yang meresahkan masyarakat tersebut.

Peristiwa ini menambah daftar kekhawatiran masyarakat terkait keamanan lingkungan, sekaligus menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat agar aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan memastikan situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Kabupaten Pekalongan. (Herput)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *