KAJEN // Kowarka News – Pelaksanaan Bhayangkara Kapolres Cup Drag Bike Pemula 2026, Minggu 05/07/26, mendapat apresiasi dari kalangan legislatif.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Sumar Rosul, S.IP, M.AP, menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penyaluran bakat bagi generasi muda, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Menurutnya, antusiasme peserta maupun penonton yang memadati kawasan Alun-alun Kajen menunjukkan bahwa olahraga otomotif memiliki daya tarik besar dan layak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi Pak Kapolres beserta jajarannya dan seluruh panitia. Antusiasme masyarakat luar biasa. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kalangan muda karena menjadi sarana edukasi sekaligus wadah resmi untuk menyalurkan hobi dan bakat mereka,” ujar Sumar Rosul di sela kegiatan.
Ia menegaskan, keberadaan ajang balap resmi dapat menjadi solusi untuk menekan aksi balap liar yang selama ini kerap meresahkan masyarakat. Melalui kompetisi yang legal dan terorganisir, para pecinta otomotif memiliki ruang untuk berkompetisi secara aman dengan tetap mengedepankan keselamatan.
“Anak-anak muda yang memiliki minat dan bakat di dunia balap akhirnya mempunyai tempat yang resmi untuk menunjukkan kemampuannya. Dari sini bukan tidak mungkin akan lahir pembalap-pembalap berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Selain aspek pembinaan generasi muda, Sumar juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan dari penyelenggaraan event tersebut. Kehadiran ratusan peserta dan ribuan pengunjung dinilai memberikan peluang usaha bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.
“Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat. UMKM bisa berjualan, mendapatkan pembeli, dan ikut merasakan manfaat ekonomi dari sebuah event besar,” jelasnya.
Karena itu, DPRD Kabupaten Pekalongan mendorong agar kejuaraan drag bike dapat menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan secara berkelanjutan dengan skala yang semakin besar.
“Harapan kami kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Skalanya ditingkatkan, kualitas penyelenggaraannya juga ditingkatkan sehingga menjadi event unggulan yang mampu menarik peserta dan penonton dari berbagai daerah,” ujarnya.
Terkait pengembangan sarana olahraga otomotif, Sumar mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama DPRD telah menyetujui alokasi anggaran untuk pembangunan sirkuit di kawasan Wonopringgo. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pendukung pembinaan atlet otomotif sekaligus pusat kegiatan balap yang lebih representatif di masa mendatang.
Menurutnya, penyempurnaan fasilitas sirkuit masih memungkinkan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan hasil kajian teknis yang akan disusun pemerintah daerah.
“Dengan adanya sarana yang memadai dan event yang berkelanjutan, kita berharap balap liar dapat ditekan dan prestasi olahraga otomotif Kabupaten Pekalongan semakin berkembang,” pungkasnya. (Herput)


















