Pemalang //Kowarka News – Tradisi Ruwat Bumi di Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, berlangsung meriah dengan penampilan atraktif tokoh Buto Ijo dan Dewi Sinta. Pagelaran budaya yang menjadi daya tarik warga ini digelar sebagai bagian dari ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus doa agar desa terhindar dari berbagai marabahaya.
Iring-iringan gunungan yang dipusatkan di halaman Balai Desa Bodas diikuti ratusan warga. Sepanjang perjalanan, penampilan Buto Ijo dan tarian Dewi Sinta sukses menyedot perhatian masyarakat yang memadati lokasi.
Puncak acara ditandai dengan adegan pertarungan antara Buto Ijo dan Dewi Sinta di depan Balai Desa Bodas. Atraksi tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan memiliki makna filosofis sebagai simbol pertarungan antara kejahatan dan kebaikan.
Melalui prosesi itu, masyarakat berharap segala bentuk keburukan, bencana, dan mara bahaya dapat dijauhkan dari Desa Bodas.
Kepala Desa Bodas, Kiyarno, mengatakan tradisi Ruwat Bumi merupakan warisan budaya yang terus dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan hasil pertanian yang diperoleh masyarakat.
“Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi doa bersama agar Desa Bodas selalu diberikan keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari segala marabahaya,” ujar Kiyatno.
Senada dengan itu, sesepuh Desa Bodas, Salamun, menuturkan tradisi Ruwat Bumi memiliki nilai luhur yang harus terus dijaga. Menurutnya, pelestarian budaya menjadi salah satu cara mempererat kebersamaan sekaligus mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan warisan leluhur.
Melalui pagelaran budaya yang sarat makna tersebut, Ruwat Bumi Desa Bodas tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol harapan agar kehidupan warga senantiasa dipenuhi kedamaian, kesejahteraan, dan keberkahan.


















