Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI

Jakarta //Kowarka News – Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas buka suara perihal unggahan akun Instagram mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. Dalam unggahan tersebut, Tiyo mengaku dihubungi seseorang yang membawa pesan dari lembaga berbintang.

Postingan yang diunggah melalui akun instagram, @tiyoardiantor_ itu kini telah disukai 52.000 penggunaan Instagram, serta dikomentari 3.022 warganet dan direpost oleh 3.517 orang, yang salah satunya adalah mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam unggahan tersebut memang tidak terlalu dijelaskan, siapa yang dimaksud lembaga berbintang tersebut. Yang jelas Tiyo akan dijanjikan akan menerima apa pun yang dia butuhkan. Sosok pembawa pesan tersebut juga menyampaikan kepada Tiyo bahwa seorang pimpinan organisasi gerakan nasional telah memperoleh jatah proyek.

Menanggapi soal lembaga berbintang tersebut, Kapuspen TNI mengaku belum dapat memastikan apakah posting Tiyo diarahkan kepada institusi TNI. Sebab lembaga berbintang di Indonesia tak hanya ditunjukkan kepada TNI.

“Atau mungkin dibuat seolah-olah TNI. Yang pasti, kami sebagai aparat negara, Panglima Tertinggi kita adalah Presiden,” ucap Nas di Mabes TNI, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Nas menegaskan TNI selalu menjalankan tugas sesuai garis komando tanpa adanya kata tawar menawar.

“Siapa pun Presidennya, kita tegak lurus dengan beliau dan pasti kita akan mendukung program dan kebijakan pemerintah Presiden hari ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu Kapuspen TNI juga menyampaikan rasa terima kasih atas informasinya yang diberikan. Menurutnya informasi tersebut akan menjadi bahan bagi institusinya.

“Terima kasih informasinya, saya juga sebagai ranah antisipasi bagi kami,” ucapnya.

Berikut ini adalah tulisan Tiyo yang diunggah ke akun Instagram pribadinya :

Ngapunten, Mas Saya kenal orang ini meskipun interaksinya terbatas sekali.

Dia menghubungi saya untuk silaturahmi dan dengan ringan saya iyakan ajakan itu karena luang waktu.

“Saya bawa pesan dari lembaga berbintang, pentingnya mau bertemu denganmu,” katanya.

Saya masih diam mencerna, sebelum saya tanya apa agendanya,

dia berkata “Dia mau berikan apapun yang kamu mau”.

” Saya menelan ludah. Dan belum mengatakan apa-apa”.

Dia lanjut bercerita bahwa salah satu pimpinan organisasi gerakan nasional sudah kebagian jatah dari lembaga ini, dalam waktu dekat jatah itu akan jadi bisnis warung yang identik dengan asal daerahnya.

“Nilainya miliaran di Jakarta,” katanya.

Sesudah saya yakin, seluruh godaannya telah diucapkan. Akhirnya saya bicara

“Ngapunten, mas, kalau hanya untuk makan dan minum, saya sudah cukup. Bukan karena saya kaya, tapi karena saya tidak butuh kemewahan apa-apa.”

Saya segera beranjak dan pergi. Saya takut sekali setan dalam diri memenangkan pertarungan ini.

Yogyakarta, 7 Juni 2026 Tiyo Ardianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *